Sabtu, 02 Juli 2011

FUNGSI SEJARAH

A. CIRI-CIRI PERISTIWA SEJARAH
1. Peristiwa yang abadi karena peristiwa yang sudah terjadi tidak bias berubah-ubah dan dikenang setiap masa.
2. Peristiwa yang unik karena peristiwa itu hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang kembali peristiwa yang persis sama untuk kedua kalinya.
3. Peristiwa yang penting dan dapat dijadikan suatu momentum dan suatu pelajaran karena mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.

B. TUGAS POKOK ILMU SEJARAH
Ilmu sejarah bertugas untuk membuka kegelapan masa lampau umat manusia, memaparkan kehidupan manusia dalam berbagai aspek kehidupannya serta mengikuti perkembangannya dari masa yang paling tua sampai hari ini.
M. Rostovtzeff, 1964. Ilmu sejarah bertujuan unutk memperoleh gambaran mengenai perkembangan sejarah umat manusia pada masa lampau dengan cara menyelidiki dan mengkaji segala peristiwa dan fenomena dalam masyarakat manusia secara selektif, kemudian disusun secara kronologis-korektif dan sistematis sehingga diperoleh gambaran yang utuh dan jelas mengenai masa lampau dalam berbagai bentuk dan corak.

C. RUANG LINGKUP ILMU SEJARAH
Objek studi atau ruang lingkup sejarah dapat dibedakan menjadi dua macam :
1. Sejarah dalam arti luas :
a.  Sejarah sebagai kenyataan dalam arti luas (in sensu lato, in broader sense) yang meliputi segala sesuatu yang pernah terjadi dalam perikehidupan manusia, serta semua gejala alamiah.
b. Semua peristiwa baik yang bersifat alamiah maupun bersifat insaniah yang terjadi pada masa lampau (sejarah sebagai aktualitas, kenyataan, peristiwa, in concerto).
2. Sejarah dalam arti terbatas (in sensu strict; in narrower sense):
Dimulai dari saat adanya kehadiran manusia di dunia ini : manusia sebagai ciptaan Allah SWT adalah mahluk budaya (homo sapiens) antara lain memiliki aspek-aspek sebagai homo socius atau zoon politicon (mahluk sosial) dan sebagai zoon historikon (mahluk bersejarah).

D. KONSEP WAKTU DALAM SEJARAH
Konsep waktu dalam sejarah : waktu masa lampau atau waktu yang lalu adalah sesuatu yang penting dalam batasan sejarah karena suatu peristiwa atau kejadian yang tidak memiliki hubungan dengan kehidupan masyarakat manusia yang terjadi pada masa lampau bukanlah suatu peristiwa sejarah.
Kejadian-kejadian pada masa lalu tidak pernah terputus dari rangkaian kejadian masa kini dan masa yang akan datang, sehingga waktu dalam perjalanan sejarah adalah suatu kontinuitas                   (kesinambungan).
Klasifikasi waktu dalam ilmu sejarah menghasilkan pembagian waktu berupa : periode, zaman, babakan waktu atau masa dan kurun. Kurun ialah kesatuan waktu yang isi, bentuk maupun waktunya tertentu.
1. Periodisasi  atau pembabakan waktu : salah satu proses strukturisasi waktu dengan pembagian atas beberapa babak, zaman atau periode. Periode dipandang sebagai suatu unit waktu dengan memberikan ciri-ciri tertentu. Setiap penggolongan atau pembagian (kategorisasi) selalu diperlukan adanya criteria (ukuran), maka disini periodisasi senantiasa memerlukan criteria juga, yaitu cirri-ciri yang membedakan satu dari yang lainnya. Dalam periodisasi diadakan serialisasi (urutan) rangkaian babakan menurut zaman.
2. Kronologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu kronos : waktu dan logos : uraian. Jadi kronologis : bentuk penulisan sejarah yang terutama terdiri atas urutan-urutan waktu kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau menurut pembagian teratur dan yang menempatkan peristiwa-peristiwa di dalam urutan waktu yang tepat.
3. Kronik berasal dari bahasa Yunani, yaitu kronikos : yang berhubungan dengan waktu. Jadi kronik pengertiannya adalah : catatan sejarah seperti tambo dan babad ( sejarah tradisional ) menurut urutan waktu, biasanya dibuat oleh seorang pencatat sejarah istana atau kerabat istana, dimana hal-hal yang kurang baik atau tidak menyenagkan penguasa sedapat mungkin ditiadakan.

    E. FUNGSI DAN KEGUNAAN SEJARAH
    Fungsi sejarah sebagai ilmu dapat digolongkan ke dalam dua macam, yaitu :
    1. Fungsi ilmiah (teoritis), menurut Betrand Russel adalah : untuk memungkinkan kita mengetahui dan mengerti sesuatu, dan memungkinkan kita untuk melakukan sesuatu.
    2. Fungsi praktis adalah : pengajaran atau pendidikan bagi masyarakat umum yaitu untuk meningkatkan pengertian atau pemahaman yang mendalam dan lebih baik tentang masa lampau maupun masa sekarang dalam interelasinya antara masa sekarang dengan masa lampau.

    Menrut Prof. Dr. Noegroho Notosusanto mengklasifikasikan funsi sejarah menjadi empat yaitu :
    1. Fungsi edukatif (mendidik) : pelajaran-pelajaran dari sejarah (peristiwa/kejadian pada masa lampau ) dapat membawa kita kepada kebijaksanaan dan kearifan.
    2. Fungsi instruktif (mengajari) : membantu manusia dalam mengajari untuk menghadapi kehidupan di atas muka bumi. Karena sejarah menyampaikan berbagai kegiatan pengetahuan atau keterampilan masyarakat masa lampau kepada kita untuk ditiru, diteruskan dan dikembangkan atau lebih disempurnakan.
    3. Fungsi inspiratif (ilham) : memberikan ilham atau inspirasi kepada manusia.
    4. Fungsi rekreatif : dapat memberikan kesenangan kepada manusia.

    F. PERANAN SEJARAH DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
    Peranan sejarah dalam kehidupan masyarakat adalah sebagai penghubung generasi sekarang dengan generasi sebelumnya, karena generasi sekarang dapat mengetahui dan memahami berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia pada masa lampau atau kehidupan generasi sebelumnya sehingga dapat  mengambil suatu pelajaran atau dijadikan suatu cermin untuk dapat menentukan sikap dan langkah-langkah dalam kehidupannya di masa sekarang  dan untuk masa yang akan datang.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar